Perihal Kartu Kuning Jokowi

Jumat kemarin, terjadi suatu kejadian yang cukup menghebohkan, yaitu seorang mahasiswa UI memberi “kartu kuning” ke Presiden Jokowi saat menghadiri Dies Natalis UI ke-68 di Kampus UI, Depok. Selidik punya selidik, ternyata mahasiswa itu adalah ketua BEM UI.

Dan Minggu pagi ini, FB grup Iluni UI (Ikatan Alumni UI), yg biasanya sepi, apalagi di hari Minggu, jadi agak ramai :p

Dimulai dengan post seorang anggota yang menyatakan bahwa tindakan mahasiswa tersebut mempermalukan UI, dan munculah rentetan komentar. Yang namanya pendapat, ada yg pro, ada yg kontra. Begitu bukan?

Komentar dari kubu kontra, well gak banyak, intinya berkisar di:

  • “childish”
  • “tidak beretika”

Sementara komentar dari kubu pro lebih banyak dan lebih berenergi, misal:

  • ” Itulah kerennya Adit…. tentu mbak nya gak pernah ngerasain kedahsyatan jaket kuning…. cukup acungin kertas kuning aja heboh….sejagat…. saluut…”
  • “Rata2… yg komen negatif dg aksi Zaadit mereka yg jaman kuliah tidak pernah bergerak ….. ( pure kuliah )…”
  • “Bagi para aktivis sekarang, aksi zaadit berani bgt. Tp kalo gie masih ada, dia bakal bikin yg lbh gak sopan lagi. Yakin saya itu.
  • “Yang bikin status ini, kayaknya belum khatam baca buku Catatan Harian Seorang Demonstran (Gie)…”
  • ” Bah, aksi begitu doang dibilang ga beretika, apa kabar aksi-aksi para senior dulu yg lebih keras lagi? Saya justru malu kalau anak UI ga berani seperti itu. Tata krama mbahmu! Dulu anak-anak UI ngerobohin pagar gedung DPR karena ga dikasih masuk sebagai “tamu”, mau ngomng soal tata krama???”

Apalah daya saya, mahasiswa yg sewaktu kuliah hidupnya hanya berkisar di kelas-lab-kosan menghadapi para senior mantan aktivis yang sering turun ke jalan? Ngga ada. Nothing. Nada. Null :p

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply