Perihal Pemimpin Kafir

Nemu berita ini di timeline Facebook:

Soal Kepemimpinan: Yang Muslim saja Belum Tentu Baik, Apalagi Kalau Dia Kafir!

dan tampaknya gw kali ini sulit menahan diri untuk “berkomentar”. Hate speech? Bodo amat. And here it goes… :mrgreen:

 

“Lalu bagaimana kalau di kafir? Yang Muslim saja belum tentu dia baik, dia shalih, apalagi kalau dia kafir!” ucapnya.”

Yah pak kyai ini kok paranoid amat ya sama kafir. Kayanya kafir itu kaum paling bejat sedunia aja. Gak semua kafir itu hobi ngebantai orang kayak Stalin atau Pol Pot. Banyak kafir yg jujur, kerja keras, punya kode etik bagus, berkontribusi positif ke lingkungannya, etc :p

Atau mungkin begini:

  1. Jika seseorang taat beragama, maka dia pasti bermoral baik.
  2. Ternyata dia tidak taat beragama (ya anggap aja kafir).
  3. Disimpulkan bahwa dia tidak bermoral baik. Mungkin moralnya brengsek.

Wah ketauan gak lulus mata kuliah pengantar logika :p

“Tidak betul itu kalau ada analogi, ‘mendingan kafir tapi tidak korupsi’ yang korupsi itu oknum.”

Hmm gw gagal ngeliat logika pak kyai disni. Kafir korupsi itu sah, tapi muslim korupsi itu…. ah itu kan oknum? Lah piye tok pak. Kok standar jan… eh standar ganda begini?

Belum tentu juga yang kafir tidak korupsi

Setuju. And to be fair, belum tentu juga yg muslim ga bakalan korupsi. Korupsi mah korupsi aja, terlepas dari apa kepercayaan/ketidakpercayaan-nya. Duit gitu loh. Siapa sih yg gak suka duit? Jangan munafik ah :p

Kebetulan saja kita berada di negara muslim terbesar, jadi yang kelihatan banyak korupsi orang Islam,”

Setuju pak kyai. Itulah konsekuensi jadi mayoritas. Bukan cuma di Indonesia, tapi dimana-mana. Kalau mereka melakukan sesuatu yg buruk, gampang terekspos dan dicap buruk :p

 

Be First to Comment

Leave a Reply