Atribut Natal dan … Aqidah

Nemu post menggelitik AlFatihStudio. Seperti biasa, mengenai kontroversi pemakaian “atribut Natal” oleh kalangan non-Muslim.

naq

12362493_909908089097551_1151224933_n

Saya kutip sebagian aja:

Sedihnya hati ini antara memilih pekerjaan dengan akidah | bukan hati ini ridha dengan atribut yang harus digunakan ini | semoga dimudahkan jalan rezekinya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih diridhai oleh Allah swt dan kenyamanan dalam berusaha dan berkarya…

Sebelum saya berkomentar, barangkali ada baiknya mengetahui pengertian kata “akidah”.

Menurut kamus Oxford:

Islamic creed or articles of faith. Quranic formulation includes belief in God, angels, prophets, scriptures, and the Day of Judgment.

Dan menurut KBBI:

kepercayaan dasar; keyakinan pokok

Disimpulkan bahwa akidah itu adalah “kepercayaan/pengakuan iman”. Sampai disini setuju? Nah lanjut.

Saya masih gagal paham dimana logika mengenakan topik Sinterklas (yang konon adalah “atribut Natal”) adalah pelanggaran akidah. Akidah mana yang dilanggar?

Tradisi mengenakan kostum Sinterklas di hari Natal adalah kebiasaan orang Amerika/Inggris, yang terpengaruh dari kebiasaan orang Belanda, yang kemudian mendunia. Perayaan Sinterklas sendiri tidak ada hubungannya dengan Natal. Sinterklas membawa hadiah untuk anak-anak yang baik, sedangkan anak-anak yang nakal akan dihukum oleh Zwarte Piet. Sementara Yesus datang untuk semua orang, setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.

Lebih lanjut lagi, Natal yang dirayakan di seluruh dunia juga sudah mengalami pergeseran kok. Dari merayakan kelahiran Yesus, menjadi merayakan hari libur di akhir tahun, hari untuk berbelanja dan berpesta. Orang sekuler juga merayakan kok. Gak percaya? Coba tanyakan ke rekan-rekan anda yg bukan orang Kristen. Apakah di 25 Desember mereka merayakan kelahiran Yesus, atau merayakan libur? :p

Lebih lanjut lagi, kalau bicara budaya, tentu jangan menggunakan topi/kostum merah sebagai atribut Natal, tapi jubah panjang ala Timur Tengah. Ingat, Yesus dilahirkan di Israel, bukan di Belanda.

Kalau masih ada yang beranggapan topi sinterklas itu adalah atribut Natal, ya memang itu adalah atribut Natal sekuler: Natal sebagai masa liburan di akhir tahun. Bukan Natal yang dirayakan oleh orang Kristen sebagaimana tercatat dalam Alkitab. Jadi jangan langsung lekas merasa tersinggung lah kalau mengenakan atribut seperti itu. Memangnya anda otomatis menjadi orang Kristen? Ngga kan. Tapi anda merayakan hari libur kan?  :mrgreen:

Di lain sisi, jika memang anda tersinggung, monggo bicarakan baik-baik dengan atasan/supervisor anda.

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply