Menghormati Mereka yang Tidak Berpuasa

Di salah satu lini masa media sosial yang saya ikuti, sedang lumayan ramai topik diskusi “perlukah mereka yang berpuasa mereka yang tidak berpuasa”. Seperti biasa ada yg pro, dan ada juga yg kontra. Masing2 membabarkan argumennya sendiri. Mungkin anda sudah melihat gambar ini.

FB_IMG_1465745240622

Sebelum membahas tema diatas, ada baiknya mundur sejenak.

Duluuuuuu, sewaktu di kelas pelajaran PMP/PPKn (entah apa sekarang namanya), sering sekali siswa/i diingatkan tentang pentingnya toleransi antar umat beragama. Saya ulangi lagi: antar umat beragama. OK dalam hal ini, bagaimana ini berlaku di bulan puasa?

Kami (yang tidak berpuasa), menghormati mereka (yang berpuasa), dengan cara:

  • Tidak sengaja pamer makan minum
  • Tidak mengolok2 mereka yg berpuasa
  • Mengingatkan mereka yg berpuasa supaya tidak batal
  • Tidak sengaja menawarkan makanan/minuman
  • … dst

Nah berhubung ini toleransi, yaitu hubungan timbal balik, bagaimana mereka (yg berpuasa), menghormati kami (yg tidak puasa)? Hmmm entahlah. Saya pikir, dengan adanya warung/tempat makan yg buka di jam puasa, itu sudah lebih cukup dari kami kok. Kami gan menuntut dihormati berlebihan. Itu saja.

Be First to Comment

Leave a Reply