Buat Apa Menghormati yang Tidak Puasa?

Mumpung topik ini masih rame :p

Kemarin membaca post di salah satu media sosial, yang intinya kira2:

Menghormati mereka yang tidak berpuasa itu ibarat…

Hormatilah mereka yang menyetel musik metal keras2, padahal tetangga sebelah sedang sakit. Perlu istirahat cukup.

Hormatilah mereka yang malas belajar, sementara yang lain belajar supaya bisa lulus ujian

Hormatilah mereka yang berisik main petasan, sementara solat Jumat berlangsung

Dan seterusnya.

Hmm…

Anda sedang sakit, perlu istirahat cukup, tapi terganggu oleh musik metal tetangga? Tentu anda berhak menegur tetangga anda supaya mengecilkan, atau kalau perlu mematikan musiknya.

Ada murid yang malas belajar? Tegur seperlunya. Toh kalau mendapat nilai ujian adalah salah mereka sendiri.

Ibadah anda terganggu bunyi petasan? Silakan menghimbau anak2 supaya berhenti main petasan, atau main petasan di tempat yg jauh dr masjid. Kalau perlu pasang tanda larangan “dilarang membuat keributan” atau semacamnya.

Puasa anda terganggu orang yang tidak puasa? Silakan memberitahu mereka secara sopan jika anda berpuasa. Beberapa kemungkinan yang terjadi:

  • Mereka segera menghentikan makan/minum
  • Mereka tetap makan/minum, dan anda pergi
  • Mereka lanjut makan/minum/ dan pergi

Berani melarang mereka makan/minum? Ingat, makan/minum itu menyangkut kebutuhan primer manusia lho.
Oohhhh sebentaaaaaar. Kami kan mayoritas. Tradisi kami ini sudah berlangsung ribuan tahun lho. Kalian, minoritas yg tidak berpuasa, yg seharusnya pergi.
Ah iya. Kami juga harus menutup warung Padang dekat masjid, karena bau rendangnya sungguh harum, menggoda kami untuk membatalkan puasa. :p

Ya gitu deh :p

Be First to Comment

Leave a Reply