Teroris dan Agama??

Beberapa hari lalu terjadi pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Setiap kali terjadi peristiwa serupa, selalu saja muncul statement-statement seperti ini di media sosial:

  • “Teroris itu tidak beragama”
  • “Ini bukan masalah agama, tapi oknum”
  • “Si X itu mungkin tidak belajar agama dengan benar…”
  • “Kami mengutukan aksi pengeboman…”

Berhubung kata bapak presiden RI “terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun”, kita asumsikan saja dulu bahwa teroris itu atheis/agnostik/skeptik/antitheis/pastafarian/apapun itu istilahnya. Pertanyaan pertama yang muncul adalah: “apa motivasi mereka melakukan bom bunuh diri?”

Entah. Mereka kan tidak percaya dengan afterlife. Jadi begitu mati ya sudah. Selesai. Tamat riwayat. Tidak ada imbalan yang diperoleh. Berbeda dengan umat beragama yang memang percaya dengan afterlife, dan tindakan-tindakan tertentu yang kelak diganjar dengan pahala disana (hmmm…. :mrgree:).

Jadi kalaupun membom, ya lakukan saja dari jarak jauh. Nggak perlu ikutan mati. Itulah yang Tim McVeigh dan Unabomber lakukan.

Secara prinsip/ideologi, rasanya terlalu naif bilang kalau “teroris itu tidak beragama” atau “teroris ngga ada hubungannya dengan agama”.

Anders Behring Breivik
Keluarga pelaku bom Surabaya 2018

Hmm.

Leave a comment

Your email address will not be published.